Penduduk miskin dan realitanya

Mengapa penduduk semakin miskin justru semakin banyak anaknya ?
Menurut saya ini disebabkan banyak masyarakat yang masih percaya semboyan BANYAK ANAK BANYAK REJEKI. Padahal menurut saya semboyan ini sangat tidak benar dan tidak cocok untuk keadaan ekonomi keluarga miskin yang sering kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya. Selain itu masih kurangnya pengetahuan dan ilmu tentang KB atau keluarga berencana juga mempengaruhi realita ini. Banyak keluarga yang belum mengerti akan kegunaan KB yang mencanangkan 2 anak lebih baik. Kurangnya sosialisasi mengenai program KB. Zaman sekarang orientasi KB sudah mengalami perubahan, tidak lagi sekedar membatasi anak, namun bagaimana menciptakan keluarga yang berkualitas, walau di antara dua hal ini sangat berkaitan, keluarga yang berkualitas akan tercipta saat pasangan suami istri memiliki sedikit anak sehingga kebutuhan anak bisa lebih tercukupi (mengingat biaya anak sangat mahal) dan anak bisa mendapatkan fasilitas yang terbaik. Bayangkan kalau punya anak banyak, untuk pemenuhan sandang, pangan hinggga sekolah pasti keluarga akan kesulitan. Untuk itu seharusnya para pejabat dan wakil rakyat harus lebih sering memperhatikan nasib para keluarga miskin dan tidak mampu :)

0 komentar:

Poskan Komentar

me :)

Foto Saya
Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Indonesia
anak XI IPA-2 dengan nomer absen yang selalu terakhir :d

Followers :)